Informasi
  • Register

Kejari Buton Tetapkan Tersangka Baru Dana Bansos

Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus Korupsi Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 2 Lasalimu Selatan (Lasel) Tahun Anggaran 2013/2014.

Kepala Kejari Buton, Ardiansah SH MH melalui Kasi Intel, Tabrani SH, ketika ditemui di kantornya, Rabu (19/10/2016), mengungkapkan setelah menetapkan Mantan Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 2 Lasel, Muhammad Darmin Ali dan telah divonis 5 Tahun Penjara oleh Pengadilan Tipikor Sultra, kini Kejari menetapkan SRF sebagai tersangka pada kasus yang sama.

"Sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan dan bukti-bukti yang kini SRF ditetapkan sebgai tersangka," ungkap Tabrani.

SRF ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Tabrani, pada Tanggal 15 September 2016 lalu. Untuk SRF belum bisa dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, karena kondisinya masih dalam keadaan tidak sehat dan pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan sampai kondisi SRF membaik.

"Sebenarnya kemarin (Selasa-red) kita sudah panggil untuk diperiksa, tapi saat tiba disini (Kantor Kejari-red), SRF mengaku sakit dan minta pemeriksaannya ditunda," ujarnya.

Ia menambahkan, SRF selaku bendahara pada pembangunan USB tersebut diduga kuat telah menyebabkan kerugian negara yang digunakan untuk kepentingan pribadinya. Namun, mengenai berapa kerugian negara akibat perbuatan SRF, pihaknya belum dapat memastikan karena masih dilakukan pendalaman.

"SRF ini telah mengambil uang dalam kegiatan itu, sehingga menyebabkan kerugian negara, tapi jumlahnya belum kita tau berapa yang diambil oleh SRF," ujarnya.

Pada kasus tersebut, kata Tabrani, pihaknya belum bisa menyebutkan bahwa akan ada lagi tersangka baru selain SRF. Namun, tidak menuntut kemungkinan ada tersangka lain, tapi itu semua tergantung hasil pemeriksaan terhadap SRF.

"Tapi nanti tergantung hasil pemeriksaan terhadap SRF, kalau memang dia dapat mengungkapakan fakta-fakta adanya tersangka lain, ya kita akan tindaklanjuti, tapi sejauh ini kita belum temukan bukti-bukti adanya tersangka lain, selain SRF," tandasnya.

Atas perbuatannya, SRF dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 dengan ancaman 20 Tahun Penjara.

Sumber: Sultraklik.com
Penulis : La Ode Ali
Editor : Salamun

Visi & Misi

Visi : “Mewujudkan Tatanan Pemerintahan dan Masyarakat yang berbudaya hukum dengan mengedepankan Kepastian Hukum, Supremasi Hukum dan HAM yang berkeadilan”.

Misi :
(1)
Mewujudkan peningkatan kualitas produk hukum dan penataan peraturan perundang-undangan;
(2) Mewujudkan penegakan peraturan daerah dan/atau penyelesaian sengketa huku